Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Kemarin
memang ada yang berkomentar tentang gambar Jowonihongo, “Kenapa sih cowok pakai
watashi, bukannya ore atau boku”
Saya
mengira, yang berkomentar adalah yang baru saja belajar bahasa Jepang, alias
pemula, dan belajar kepada orang yang juga masih pemula juga, atau belajar
secara kurang tepat, atau mungkin belajar hanya dengan nonton film anime,
tokukatsu dan drama Jepang saja, tanpa ada bekal dasar yang ada.
Sebagaimana
Bahasa Jawa atau Sunda yang memiliki tingkatan bahasa dari bahasa biasa ( ngoko
) hingga bahasa tinggi ( kromo ), Bahasa Jepang pun sama. Etika ini harus
diketahui oleh orang yang belajar bahasa Jepang, karena kita kan orang
Indonesia yang pada umumnya tidak kenal akrab dengan orang Jepang, sehingga
wajib memakai etika ( sopan santun ) ketika berbicara dengan mereka. Baiklah
kita bahas sopan satu per satu.
1. ETIKA
TENTANG KATA GANTI ORANG
Yaitu kata
ganti untuk menyebut orang, entah orang pertama (Saya, Kami, Kita), orang kedua
(Anda, Kalian) atau orang ketiga (Dia, Mereka)
·
SAYA / WATASHI
Secara baku (baik dan benar) saya dalam
bahasa Jepang adalah Watashi / わたし, biasanya ditulis dalam bentuk kanji seperti ini 私 (dibaca: Watashi)
Misalnya : Watashi wa Rizki desu / わたし は リズキ です (Saya adalah Rizki)
Jadi dalam suasana resmi, sopan atau kita belum kenal dengan orang Jepang, kita wajib pakai watashi.
Watashi digunakan baik laki-laki maupun perempuan. Namun kadang perempuan menggunakan kata Atashi / あたし(Biasanya digunakan oleh perempuan yang berbicara dengan orang yang sudah ia kenal baik, akan tetapi orang itu ia hormati, biasanya kepada atasan)
·
AKU / BOKU
Dalam bahasa
Jepang kata aku diartikan dengan Boku / ぼく
Boku
digunakan ketika kita sudah akrab dengan orang Jepang, serta orang itu seumuran
atau berumur di bawah kita. Tidak sopan memakai kata boku kepada orang yang
usianya sudah tua, atau orang yang menurut kita adalah terhormat.
Boku juga bisa digunakan kepada orang tua
kita. Biasanya anak-anak Jepang memakai kata boku kepada ayah atau ibu mereka.
·
AKU (PASARAN) / ORE
Dalam bahasa
pergaulan sehari-hari, kadang orang Jepang menyebut aku dengan Ore / おれ, ini adalah
bahasa paling rendah alias paling tidak
sopan. Mungkin lebih tepat diartikan sebagai Gue. Kata ore biasanya digunakan
oleh anak-anak, dan remaja ketika mereka ngobrol.
·
KAMI DAN KITA / WATASHI TACHI
Jika
menyebut kami atau kita secara sopan
adalah digunakan watashi tachi,
namun kadang untuk menyebut kita, orang Jepang lebih menggunakan kata “ware-ware”.
·
ANDA / ANATA
Menyebut
orang lain yang belum dikenal, atau
dia orang yang wajibdi hormati, maka
kita harus menggunakan kata Anata / あなた
Misal : Anata wa donata desuka ? / あなた は どなた ですか? ( Siapakah anda ? )Namun ketika kita sudah tahu namanya memakai anata justru menjadi tidak sopan, karena ketika kita sudah tahu nama orang jepang yang kita ajak ngobrol, maka kita harus memanggil nama keluarganya ditambah kata san / さん
Misalnya: Namanya Sakata Nobuhiko, maka kita harus memanggilnya Sakata san, bukan Nobuhiko san, karena Sakata adalah nama keluarga.
·
KAMU / KIMI
Digunakan
kepada orang yang sudah sangat akrab
dengan kita, misalnya teman. Namun kita harus berhati-hati ketika menggunakan
kata Kimi kepada lawan jenis, karena kata Kimi akan terkesan romantis kepada lawan jenis.
Kata Kimi / きみ, juga biasanya digunakan oleh orang kepada anak kecil, karena
akan terkesan sayang dan perhatian.
·
KAMU ( PASARAN ) / OMAE
Ini adalah
bahasa paling rendah, digunakan oleh
anak-anak atau remaja Jepang,
mungkin artinya lebih kepada “Elo”. Jangan gunakan kata ini kepada orang yang
baru kita kenal, orang yang gak kita kenal, orang tua.
·
DIA (Laki-Laki) / KARE
Kata kare / かれ digunakan untuk menyebut orang ketiga yaitu laki-laki. Namun kata ini juga sebaiknya
jangan digunakan, lebih baik sebut orang itu dengan namanya saja, ditambah
kata san.
Misal: Budi san wa sensei desu / ブヂ さん は せんせい です (Pak Budi adalah guru) Akan lebih sopan daripada Kare wa sensei desu / かれ は せんせい です(Dia adalah guru)
·
DIA (Perempuan) / KANOJO
Kata kare / かれ digunakan untuk menyebut orang ketiga yaitu perempuan. Namun kata ini juga sebaiknya jangan digunakan, lebih
baik sebut orang itu dengan namanya saja, ditambah kata san. Kanojo juga akan terkesan romantis. Sebaiknya gunakan
itu untuk menyebut istri kita di depan orang lain.
Kanojo wa
kanai desu / かのじょ は かない です ( dia istri saya )
2. ETIKA TENTANG EMBEL-EMBEL NAMA
§
San : Tuan, nyonya, bapak, ibu
§
Kun : digunakan
untuk embel-embel nama anak-anak atau
remaja laki-laki
§
Chan : digunakan
untuk embel-embel anak kecil di bawah 8 tahun, dan untuk anak atau remaja perempuan.
§
Gunakan kata
san, kun, chan kepada nama orang lain,
bukan nama sendiri.
3. DESU DAN KATA KERJA
Desu
digunakan untuk menjadikan kalimat bahasa Jepang yang tidak ada kata kerjanya
menjadi kalimat formal atau sopan.
§
Watashi wa
Rizki desu / わたし は リズキ です ( Saya adalah Rizki )
Pada kata
kerja, maka digunakan kata kerja masu
Seperti:
§
Taberu menjadi tabemasu : makan
§
Nomu menjadi Nomimasu : minum
[Belajar Bahasa Jepang] Etika dalam Bahasa Jepang
Desu / です adalah sebuah kata yang sering kita jumpai dalam beberapa kalimat bahasa Jepang, terutama kalimat yang baku.
Desu adalah sebuah kata kerja semu yang fungsinya adalah memberikan kata kerja pada kalimat yang tidak ada kata kerjanya. Lho kok gitu?? Yah mungkin karena sifat orang Jepang yang gila kerja jadinya kalimat yang tidak ada kata kerjanya pun diberi kata kerja.
Biasanya desu diartikan sebagai adalah, yah, desu merupakan kata kerja pendefinisi objek. Contoh:
a.
Watashi no
jitensha desu / わたし の じてんしゃ です ( Sepeda punya saya )
Watashi / わたし: sayaNo / の: punya
Jitensha / じてんしゃ: sepeda
Desu / です: adalah
Arti lepas : Saya punya sepeda adalah
Arti benar : Sepeda ( adalah ) punya saya, sepeda punya saya, sepeda saya
b.
Kochira wa
Hikari kun desu / こちら は ひかり くん です
Kochira / こちら : yang ini
(untuk menunjuk orang dengan sopan)Wa / は : adalah
Hikari / ひかり: Hikari (nama anak laki-laki Jepang)
Kun / くん: untuk memanggil anak dan remaja laki-laki
Desu / です : adalah
Arti lepas : Yang ini adalah Hikari adalah
Arti benar : Yang ini Hikari
Kenapa ada dua adalah dalam satu kalimat?
Adalah yang pertama ( wa / は) merupakan kata pendefinisi asli subjek yaitu (kochira / こちら ) yaitu seorang anak yang ditunjuk, sedangkan adalah yang kedua (Desu / です ) merupakan kata kerja semu yang wajib ada dalam kalimat bahasa Jepang yang tidak ada kata kerjanya.
VARIAN KATA DESU
1. TENSES DESU
Sebagai kata kerja semu, desu pun memiliki perubahan kata kerja sebagaimana kata kerja pada umumnya.
·
Desu / です adalah bentuk present tense (sekarang)
·
Deshita / でした adalah bentuk past tense (lampau)
Misal: Kinou wa Hikari kun no tanjou bi deshita / きのう は ひかり くん の たんじょう び でしたKinou / きのう : kemarin
Wa / は: adalah
Hikari kun/ ひかり くん: Hikari, ingat yah kalau anak laki-laki harus diberi kata kun di belakangnya
No / の: punya
Tanjou bi / たんじょう び: ulang tahun / hari lahir
Deshita / でした : adalah ( lampau )
Arti lepas : Kemarin adalah Hikari punya ulang tahun adalah
Arti benar : Kemarin ulang tahunnya Hikari
2. BENTUK NEGATIF
Bentuk negatif desu adalah Dewa Arimasen / では ありませんDewa arimasen digunakan untuk menyatakan penyangkalan atau menyatakan bukan / tidak. Sering diterjemahkan menjadi “adalah bukan”
Misal: Watashi wa Nihon jin dewa arimasen / わたし は 日本 人 では ありません
Watashi / わたし: Saya
Wa / は: adalah
Nihon jin 日本 人 : orang Jepang
Dewa arimasen / では ありません : adalah bukan
Arti lepas : Saya adalah orang Jepang adalah bukan
Arti benar : Saya bukan orang Jepang
3. BENTUK TANYA
Bentuk tanya dari desu adalah desuka, ditambah huruf ka / か, Ka bisa diterjemahkan menjadi Kah.Misal: Hikari kun wa chuugakkou no seito desuka ? / ひかり くん は ちゅうがっこう の せいと ですか?
Hikari kun / ひかり くん : Hikari
Wa / は: adalah
Chuugakkou /ちゅうがっこう: SMP
No / の: Punya, dari
Seito / せいと: murid
Desuka / ですか?: adalah kah ?
Arti lepas : Hikari adalah SMP dari siswa adalah kah ?
Arti benar : apakah Hikari siswa SMP ?
Dalam beberapa kalimat kita juga mengenal kata Dewa Arimasenka ? dan Dewa arimasen no ka
·
Dewa arimasenka / では ありませんか : Bukankah
·
Dewa arimasen no ka / では ありません の か : -kah bukan
Misal:
a. Kore wa sakura no hana dewa arimasenka ? / これ は さくら の はな では ありませんか?
Kore wa / これ は : ini
adalahSakura no hana / さくら の はな: bunga sakura
Dewa arimasenka/ では ありませんか: bukankah?
Arti lepas : ini adalah bunga sakura bukankah ?
Arti benar : Bukankah ini bunga sakura ?
b.
Hikari kun
wa shougakkou no seito dewa arimasen no ka ? / ひかり くん は しょうがっこう の せいと では ありません の か?
shougakkou no seito / しょうがっこう の せいと : siswa SDarti lepas : Hikari adalah siswa SD kah bukan ?
arti benar : Apakah Hikari bukan anak SD ?
4. BENTUK NON FORMAL
Bentuk non formal Desu adalah Da / だ, digunakan untuk percakapan umum dengan orang yang gak penting atau sudah akrab.Misal: Boku wa toorisugari no kamen raida da / ぼく は とおりすがり の 仮面ライダー だ
Boku / ぼく: Aku
Wa / は: adalah
Toorisugari / とおりすがり: lewat
No / の: dari, punya
Kamen raida / 仮面ライダー: Kamen rider
Da / だ: adalah ( bentuk non formal )
Arti lepas : Aku adalah lewat dari Kamen rider adalah
Arti benar : Aku adalah Kamen Rider yang lewat.
[Belajar Bahasa Jepang] Kata Kerja Semu "Desu" dan Variannya
Kalimat perbandingan berguna untuk membandingkan dua hal yang berbeda. Dalam bahasa Jepang terdapat beberapa macam perbandingan yaitu:
1. Menyatakan
bahwa hal yang satu lebih daripada hal yang lain
Digunakan kata Yori / より : LebihPola kalimatnya:
|
Hal 1 + wa / は + Hal 2 + Yori / より + Kata sifat + Desu / です
|
Misalnya :
a. Indoneshia wa Nihon yori ooki desu / インドネシア は にほん より おおき です= Indonesia lebih besar daripada Jepang
Indoneshia / インドネシア : Indonesia, ditulis dengan katakana
Wa / は : adalah
Nihon/ にほん: Jepang
Yori / より: Lebih
Ooki / おおき : Besar
Desu / です : adalah
b. Budi wa Tono yori hansamu desu / ブヂ は トノ より ハンサム です= Budi lebih tampan daripada Tono
c. Yori jozu / より じょず : Lebih pintar
d. Yori samui / より さむい: Lebih dingin
e. Yori atsui / より あつい : Lebih panas
f. Yori kirei / より きれい : Lebih indah / lebih cantik
g. Yori wakai / より わかい : Lebih muda
Pola kalimat tanyanya :
|
Hal 1 + to
/ と + Hal 2 + to/と+ dochira /どちら + ga / が + kata sifat + desu / です + ka /か?
|
Contoh: Budi to Tono to dochira ga jozu desu ka ? / ブヂ と トノ と どちら が じょず です か?
Budi / ブヂ : Budi
To / と : dan
Tono / トノ : Tono
To / と : dan
Dochira / どちら : yang mana
Ga / が : Nya
Jozu / じょず : pintar
Desu ka / です か? : adalah kah ?
Arti lepas : Budi dan Tono dan yang mana nya pintar adalah kah ?
Arti benar : Yang mana yang lebih pintar, Budi atau Tono?
2. Perbandingan Superlatif
Secara singkat, Perbandingan superlatif
merupakan perbandingan yang menyatakan paling.Digunakan kata Ichiban / いちばん : Paling
Pola kalimatnya:
|
Keterangan
tempat + ga / が + Hal yang dibandingkan + wa/ は+ ichiban / いちばん + kata sifat + desu
|
Koko ni / ここ に : di sini
Ga / が : nya
Budi san ブヂ さん : Budi, san disematkan untuk menghormati orang lain
Wa /は : adalah
Ichiban / いちばん : paling
Wakai / わかい : muda
Desu / です : adalah
Arti lepas : Di sini nya Budi adalah paling muda adalah
Arti benar : Di sini yang paling muda adalah Budi.
3. PERTANYAAN
TENTANG SEBUAH LEVEL PERBANDINGAN YANG SAMA
|
Hal 1 + mono to / もの と + Hal 2 + mono to / もの と + Dochira / どちら + ga / が+ Respon + desu ka / です か
|
Contoh: Soto mono to susi mono to dochira ga suki desu ka ? / ソト もの と すし もの と どちら が すき です か?
Soto / ソト: Soto
Mono to / もの と: atau
Susi / すし : susi, masakan jepang
Mono to / もの と : atau
Dochira / どちら : yang mana
Ga / が : nya
Suki / すき : suka, bentuk respon
Desu ka / です か? : adalah kah
Arti lepas : soto atau susi atau yang mana nya suka adalah kah ?
Arti benar : Yang mana yang kamu suka Soto atau Susi ?


